Real Story of My Dear Lovely Friend Nila Fitrita…
Inalillahi..wainna ilaihi..rojiun…
Telah berpulang kerahmatullah…sahabatku…tetangga kamarku satu flat…tempat ku berhutang dan di hutangi…Nila Fitrita, ST. Rabu pagi sekitar pukul 11.45 dalam sebuah kecelakaan motor di Kayu Tanam, ketika dia dalam perjalanan menemui bunda tercinta…
Semoga Amal dan Ibadahnya diterima Allah SWt….Amien…….
Kemaren sore, ketika sibuk bercengkrama di internet dengan beberapa teman, datang telpon dari tetangga kamar bernama Reni yang sedang berada di kampung halamannya Pekan Baru;
Reni: “Kak, udah denger kabar belom?”
Aku: “Kabar apa?”
Reni: “Kak Ita meninggal kecelakaan motor di tempat kerjanya”
Off the line…
Ade: kenapa??
Aku: Ita meninggal de..ini telpon dari Reni…
Ade: Yang bener ajh, tadi kak Ita miscall aku jam 11.40, aku angkat dimatiin..
Aku: kita konfim yang bener ya?
On the Phone Line
Aku: “Becanda kamu Ren…jam 11 tadi ajh Ita miscall ade..”
Reni:”Meninggalnya Jam 11.45 kk.., mending kk konfirmasi sama teman-teman kampusnya dulu atau teman kantornya”
Aku: “i dont want to believe it….”
Reni: “i dont eather……..”
jadilah hari itu aku sibuk telpon sana sini buat konfirmasi dan ternyata itu benar…………..
Itta..padahal masih setumpuk rencana rencana kita setelah gajian yang di rapel oleh badan pemerintah itu dan belum dibayarkan.
Ita, pentingkah harus kujabarkan semua yang terindah tentang mu…kebaikanmu..ketulusanmu..kekocakan mu..dan keluguanmu..? Ita, langitpun menangis hari ini..dan aku tak kuat datang ke makam mu untuk menangis..untuk melihat jenazah itu yang tak berarti dibandingkan ruh mu yang sangat cantik…ita, aku bangun sangat pagi hari ini untuk berfikir melihat jasad mu untuk yang terakhir kali tapi ku temukan jawaban……..itu percuma!! Aku tidak ingin mengenangmu sebagai mahluk Tuhan yang telah Meninggal karena ruh dan kebaikan mu selalu menjadi kehangatan di Rumah ini..rumah yang kita tempati bersama…
Bersamamu tiada tangis…sebesar apapun beban itu..bersamamu hanya tawa..canda dan kebahagiaa…pertolongan..beban-beban yang dipikul bersaman…
Jokko Itta begitu aku sering memanggilmu dengan logat jawa yang dipaksakan…entah kenapa ejekan-ejekan itu terdengar indah……dan semua gerutu ku tentang menyebalkan nya beberapa teman kampusmu yang memamfaatkan kebaikan mu hanya kau anggap angin lalu, padahal setelah tamat beberapa dari mereka mencelakai peluang-peluang bagusmu…..tidakkah pada akhirnya mereka tau betapa indah dirimu??
Semua rengekanmu tentang tidak ditemukannya pria yang baik untuk dijadikan kekasih dan betapa bejad aku mengajarimu “bermain-main hati”…terkumpul menjadi rasa bersalahku……
Ita, kamu tau…Tuhan memanggilmu begitu cepat karena bidadara surga itu tak tahan lagi untuk menyandingmu sayang…
Jok..aku cuma punya doa buat kowe dalam perjalanan ke sana….dan bacaan Quran ku yang terbata-bata…Jok, jangan lupa kirim aku kabar kalo kowe sempat..apa bidadaranya setampan nabi Yusuf..uups..aku belom pernah liat Nabi Yusuf…Gini deh..setampan siapa ya?..si itu kali Justin Chadwin yang kita nonton sama-sama terakhir kali di film Invisible…
Jok…bagiku…aura kowe disini tetap hidup…tetap hidup……
NILA FITRITA IN MEMORIAM
Tehnik Sipil Non Reguler Universitas Andalas Bp.2002
Graduation year April 2007
With Love as big as Universe
Nina Azmi