The Eid After

“Perut sedang tak bersahabat..” baca nya sambil di nyanyiin ala “dunia sedang tak bersahabat”nya Dewiq. Halah…Gak tau kenapa Ied time kali ini bener2 gak pingin kemana-mana. Males mau berkunjung segala, masalahnya dari malam takbiran perut udah gak beres.

Sukur masih ada kegiatan “behind the desk” yang bisa menarik perhatian dan sedikit melupakan ketidah beresan sistem pencernaan ini. Ada yg aneh juga, rasanya HP pengeeeeen banget gua banting selama 2 hari Eid Days. Emosi ajh ngeliat benda pitak menjengkelkan itu. Ribut melulu padahal gw dah teler sama ini penyakit. Di angkat malah orang salah sambung melulu. Telkomsel is SUCKZ! ada juga yang marah2 dibilangin klo dia salah sambung..secara…jaringan eror terus along the Eid.

Wah..bete banget…selama Eid kemaren, pengennya sih kaya waktu2 puasa ajh..Damaaaaaiiii banget!

Ikutan Kompetisi SEO Aaach…

Beberapa hari yang lalu waktu lagi ngumpul di base camp Mbak Frisna “Pisang Goreng” kita nemu kompetisi SEO lagi di tahun 2008 ini. Setelah pengalaman menyebalkan awal puasa dengan SEO competition Kabonfootprint yang dibatalkan, kayanya anak-anak (teman nongkrong di cyber) gak pada kapok deh. Kata kuncinya gak jauh aneh dari kabon dulu yaitu, Avtorentacar! Bahasa manaaaaa ya??Pusing!

Dapetnya sih di Google yang di translate kan, katanya bahasa Bulgaria (dimanakah daerah itu gerangan?). Trus, aku yang diantara anak anak bisa diandalkan dalam berbahasa asing pun turun tangan (Ciee..gaya!). Kirain official websitenya bakal bahasa Inggris, Alamak! bahasa Bulgaria dengan huruf huruf seperti bahasa program! Gila….ampe keringat menganak-sungai aku juga nggak ngerti maksudnya apa!

Lalu si Mbak Fris dan Sumo turun tangan mengartikan yang kata-katanya seenak udel mereka. Cuma ya…coba-coba akhirnya mendaftar juga!:D Sumo dengansantainya bilang Bulgaria itu negara tetangga kita (WHAT??!!!) Lah, yang penting udah terdaftar.

Gak tau sih akhirnya gimana nanti, tapi yang paling asik dari semua hal keikutsertaan kompetisi SEO selalu membawa kerjasama yang hangat dalam team. Apalagi aku yang dasarnya anak manja jadi punya tempat merengek klo ada hal-hal yang menimpa site kami, padahal aku cuma fokus konten doank, banyak gaya lagi! Kasian Sumo, kadang gak tidur-tidur demi me-maintain blog kami dan mungkin mempelajari bahasa Bulgari, Secara avtorentacar itu tetap kita nggak mudeng!. Si Mbak juga, belom lagi si kecil yang mesti diurusin, masih ada tenaga untuk SEO race ini. Hiks..terharu…

Disini, aku yang sejak TK nya adalah anak yang introvert dan individualistis jadi mengerti tentang kerjasama. Jadi mengerti tentang “teman”, jadi mengerti tentang perjuangan bersama untuk “tujuan”. Aku nggak mau ngeyel sama hasil akhir kompetisi ini bagaimana, karena aku sangat menikmati yang sedang aku jalani sekarang. Sangat senang sekali kalo Mbak nggak segarang biasanya pas ngajarin hal baru di SEO ini, Sumo juga baik mau bagi-bagi ilmunya, secara aku emang Newbie kan!

Wah, seneng banget bagi-bagi cerita disini. Moga-moga yang baca juga semangat dalam memcoba sesuatu yang baru dan bekerja dalam Team apapun bidangnya itu. Eh, klo mau dukung kami, link ya url kita, http://avtorentacars.com

Ucapan Trimaksih yang kamu terima langsung dari komputerku lho…heheh…

Lantas bagaimana dengan anak? Apakah kebahagiannya tidak kami prehitungkan? analogi yang barangkali bisa menggambarkan ini adalah petunjuk emergency di pesawat. Dulu, saya sering bingung kenapa orang tua disuruh memakai masker oksigen duluan sebelum anaknya. Sekarang saya mengerti dan setidaknya adlah kebenaran bagi saya: kita tidak bisa membahagiakan orang lain sebelum kita sendiri bahagia. Satu buku yang terkenal, “Celestine’s Prophecy”, juga bicara soal ini. Kita harus “penuh” dulu sebelum bisa “memenuhi” orang lain. Cinta bukanlah dependency, melainkan kebutuhan yang dibagi.

Saya menikah bukan karena anak,kalaupun saya bertahan menikah seharusnya bukan karena anak. Kalau cuma karena dia, dengan demikian saya menaruh beban yang luar biasa besar yang bukan prosinya dia, bahakan saya menjadi seseorang yang tidak bertanggungjawab dengan meletakkan fondasi pernikahan saya pada seorang anak. Ini barangkali bukan pandangan umum. Kita tahu berapa banyak orang diluar sana yang bicara bahwa anak seharusnya menjadi pengikat, bahkan dasar. Bagi saya, anak bukan tali atau fondasi. Dia adalah anak panah yang melesat sendiri satu saat nanti. Kewajiban utama saya adalah menjadi manusia yang utuh agar saya bisa membagi keutuhan saya dengan dia. Dan keutuhan jiwa saya tidak saya letakkan dalam pernikahan, tidak juga pada siapa-siapa, melainkan pada diri saya sendiri. Saya hanya bahagia untuk diri saya sendiri. Kalau yang lain merasa kecipratan, ya syukur. Kalau tidak pun bukan urusan saya.

Dipikir-pikir……..emang bener yah begitu……kebahagiaan kita emang kita yang atur, gak ada yang perlu bergantung, sebab jika suatu saat terluka, kita pasti lebih cepat sembuh^_^

(Ada yang di klise kan, biar gak dibilang “ngegosip”)

September 2006 adalah moment penyadaran saya dengan Suami, saat kami merasa hubungan kami sudah kadaluarsa. Susah sekali kalau disuruh menjelaskan: Kok bisa tau??Tapi kami sama2 merasakan hal yang sama. Dan pada saat itulah kami memutuskan untuk belajar berpisah, saling melepaskan. Jadi masalah intinya bukan memaafkan dan memaklumi efek apa yang terlihat, tapi menerima bahwa inilah adanya. Hubungan yang kadaluarsa. Perkembangan yang akhirnya membawa kami ke titik perpisahan. Dan, untuk sampai pada penerimaan ini, dua tahun saya jalani berbagai macam cara; meditasi, penyembuhan diri dan sebagainya, hingga kami bisa saling melepaskan dengan lapang dada, dengan baik-baik, dengan pengertian dan dengan kesadaran.

Memaafkan bagi saya adalah menerima. Menerima kondisi kami apa adanya. Segala penyebab mengapa sebuah kondisi tercipta, barangkali  kita cuma tahu sekian persen saja. Tidak mungkin diketahui semua. Apalagi dimengerti. Sama hal nya saya tidak tau persis kenapa dulu bisa bertemu dengan “nya”, menikah dan seterusnya. Fate or Destiny, menjadi cara manusia menjelaskan apa yang tidak bisa dijelaskan. Perpisahanpun sama hukumnya. Meski sepertinya keputusan berpisah ada “di tangan kita”, tapi ada satu kekuatan yang tidak bisa dijelaskan, hanya bisa dirasakan. Read the rest of this entry »

Diambil dari tulisan Dewi”Dee”Lestari

Semoga kita mengambil makna dari tulisan ini (yang kebetulan hanya ditulis di facebook nya Dee) dan belajar untuk menjadi manusia yang lebih santun lagi terhadap hidup dan kehidupan…

Perpisahan, sebagaimana kematian, adalah hal yang paling dihindari manusia. Padahal sama seperti pertemuan dan kelahiran, kedua sisi itu melengkapi bagai dua muka dalam satu koin. Hadir sepaket tanpa bisa dipisah. Seberapa lama jatah kita hidup, kita tidak pernah tahu. Yang jelas, kita selalu berjuang setengah mati untuk bisa menerima mati. Read the rest of this entry »

Dear Nila Fitrita

Real Story of My Dear Lovely Friend Nila Fitrita…

Inalillahi..wainna ilaihi..rojiun…

Telah berpulang kerahmatullah…sahabatku…tetangga kamarku satu flat…tempat ku berhutang dan di hutangi…Nila Fitrita, ST. Rabu pagi sekitar pukul 11.45 dalam sebuah kecelakaan motor di Kayu Tanam, ketika dia dalam perjalanan menemui bunda tercinta…

Semoga Amal dan Ibadahnya diterima Allah SWt….Amien…….

Kemaren sore, ketika sibuk bercengkrama di internet dengan beberapa teman, datang telpon dari tetangga kamar bernama Reni yang sedang berada di kampung halamannya Pekan Baru;

Reni: “Kak, udah denger kabar belom?”

Aku: “Kabar apa?”

Reni: “Kak Ita meninggal kecelakaan motor di tempat kerjanya”

Off the line…

Ade: kenapa??

Aku: Ita meninggal de..ini telpon dari Reni…

Ade: Yang bener ajh, tadi kak Ita miscall aku jam 11.40, aku angkat dimatiin..

Aku: kita konfim yang bener ya?

On the Phone Line

Aku: “Becanda kamu Ren…jam 11 tadi ajh Ita miscall ade..”

Reni:”Meninggalnya Jam 11.45 kk.., mending kk konfirmasi sama teman-teman kampusnya dulu atau teman kantornya”

Aku: “i dont want to believe it….”

Reni: “i dont eather……..”

jadilah hari itu aku sibuk telpon sana sini buat konfirmasi dan ternyata itu benar…………..

Itta..padahal masih setumpuk rencana rencana kita setelah gajian yang di rapel oleh badan pemerintah itu dan belum dibayarkan.

Ita, pentingkah harus kujabarkan semua yang terindah tentang mu…kebaikanmu..ketulusanmu..kekocakan mu..dan keluguanmu..? Ita, langitpun menangis hari ini..dan aku tak kuat datang ke makam mu untuk menangis..untuk melihat jenazah itu yang tak berarti dibandingkan ruh mu yang sangat cantik…ita, aku bangun sangat pagi hari ini untuk berfikir melihat jasad mu untuk yang terakhir kali tapi ku temukan jawaban……..itu percuma!! Aku tidak ingin mengenangmu sebagai mahluk Tuhan yang telah Meninggal karena ruh dan kebaikan mu selalu menjadi kehangatan di Rumah ini..rumah yang kita tempati bersama…

Bersamamu tiada tangis…sebesar apapun beban itu..bersamamu hanya tawa..canda dan kebahagiaa…pertolongan..beban-beban yang dipikul bersaman…

Jokko Itta begitu aku sering memanggilmu dengan logat jawa yang dipaksakan…entah kenapa ejekan-ejekan itu terdengar indah……dan semua gerutu ku tentang menyebalkan nya beberapa teman kampusmu yang memamfaatkan kebaikan mu hanya kau anggap angin lalu, padahal setelah tamat beberapa dari mereka mencelakai peluang-peluang bagusmu…..tidakkah pada akhirnya mereka tau betapa indah dirimu??

Semua rengekanmu tentang tidak ditemukannya pria yang baik untuk dijadikan kekasih dan betapa bejad aku mengajarimu “bermain-main hati”…terkumpul menjadi rasa bersalahku……

Ita, kamu tau…Tuhan memanggilmu begitu cepat karena bidadara surga itu tak tahan lagi untuk menyandingmu sayang…

Jok..aku cuma punya doa buat kowe dalam perjalanan ke sana….dan bacaan Quran ku yang terbata-bata…Jok, jangan lupa kirim aku kabar kalo kowe sempat..apa bidadaranya setampan nabi Yusuf..uups..aku belom pernah liat Nabi Yusuf…Gini deh..setampan siapa ya?..si itu kali Justin Chadwin yang kita nonton sama-sama terakhir kali di film Invisible…

Jok…bagiku…aura kowe disini tetap hidup…tetap hidup……

NILA FITRITA IN MEMORIAM

Tehnik Sipil Non Reguler Universitas Andalas Bp.2002

Graduation year April 2007

With Love as big as Universe

Nina Azmi

Copyright © The Azmi Bloggie, Powered by WordPress, PaBookTLx 1.2 Theme by Techloose.com